Sekolah Budya Wacana

Bulan Bahasa 2026 SMP Budya Wacana: Terampil Berbahasa, Lestarikan Budaya

YOGYAKARTA – Bahasa bukan sekadar alat untuk berkomunikasi, tetapi juga jembatan untuk mengenal budaya, membangun kreativitas, dan menumbuhkan rasa cinta terhadap keberagaman. Semangat inilah yang mewarnai kegiatan Bulan Bahasa 2026 di SMP Budya Wacana Yogyakarta dengan tema “Terampil Berbahasa, Lestarikan Budaya” yang diikuti oleh seluruh murid pada 1–7 Oktober 2026. Selama lima hari kegiatan, para murid diajak mengasah keterampilan berbahasa Indonesia, Inggris, Jawa, dan Mandarin melalui berbagai aktivitas yang menyenangkan, interaktif, dan kreatif. Beragam kegiatan dirancang agar murid tidak hanya belajar bahasa di dalam kelas, tetapi juga berani menggunakannya, berkolaborasi, serta mengekspresikan ide dan imajinasi mereka.
Rangkaian kegiatan diawali dengan menulis resensi buku padahari pertama, dilanjutkan dengan kunjungan ke Grhatama Pustaka DIY pada keesokan harinya untuk memperkaya wawasan literasi dan kecintaan terhadap dunia baca. Pada rangkaian kegiatan hari ketiga, kreativitas murid dituangkan melalui kegiatan cerita bergambar atau komik dan teka-teki silang (TTS) yang mengajak mereka bermain sekaligus belajar bahasa.
Keseruan berlanjut pada hari berikutnya melalui permainan susun kata dalam bahasa Inggris dan Jawa, berbalas pantun, permainan tic-tac-toe bahasa, serta TTS asyik. Berbagai aktivitas ini menjadi ruang bagi murid untuk belajar dengan cara yang lebih dekat dengan dunia mereka: penuh tantangan, tawa, dan kesempatan untuk mencoba hal baru. Puncak sekaligus penutup kegiatan Bulan Bahasa pada 7 Oktober menjadi momen istimewa ketika perwakilan setiap kelas tampil dalam cosplay tokoh wayang Pandhawa dan Srikandhi. Dengan mengenakan kostum dan menampilkan karakter tokoh pewayangan, para murid diajak mengenal kembali kekayaan budaya Jawa melalui cara yang kreatif dan relevan dengan generasi muda.
Penampilan tersebut bukan sekadar ajang menunjukkan kostum, melainkan juga kesempatan untuk mengenal tokoh-tokoh pewayangan, menghargai warisan leluhur, dan menumbuhkan kebanggaan terhadap budaya Indonesia. Melalui pengalaman ini, budaya tidak hanya dipelajari sebagai pengetahuan, tetapi juga dihidupi dan diperkenalkan kembali dengan cara yang menyenangkan.
Bagi SMP Budya Wacana, Bulan Bahasa menjadi salah satu upaya menghadirkan pembelajaran yang bermakna dan menggembirakan. Kemampuan berbahasa perlu terus dikembangkan agar murid mampu menyampaikan gagasan dengan baik, berkomunikasi dengan percaya diri, serta menghargai bahasa dan budaya yang beragam. Di saat yang sama, kecakapan berbahasa asing dapat berjalan beriringan dengan kecintaan terhadap bahasa Indonesia dan pelestarian bahasa serta budaya daerah.
Melalui tema “Terampil Berbahasa, Lestarikan Budaya”, SMP Budya Wacana berharap seluruh murid semakin mencintai kegiatan literasi, berani menggunakan berbagai bahasa, dan memiliki kebanggaan terhadap identitas budayanya. Sebab, generasi yang hebat bukan hanya generasi yang mampu mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga generasi yang tetap mengenal akar budayanya.

ditulis oleh Kepala SMP Budya Wacana: Adhika Ayu Pratisthita, S.Pd., M.A

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top